Road to "The City With Perfect Defense" #3
Bumi Syam, bumi yang diberkahi.Dalam Sebuah riwayat, disebutkan bahwa nama negeri Syam berasal dari kata Sam. Kata ini merujuk pada Sam putra Nabi Nuh a.s yang menempati kawasan ini, setelah banjir bandang menyapu dunia. Kawasan cukup luas yang kini meliputi 4 negara: Suriah yang merupakan pusat negeri Syam dengan kota istimewanya Damaskus, Palestina kiblat pertama kaum muslimin, lalu Lebanon dengan ibukotanya berada di Beirut dan terakhir Yordania, negara peradaban suku Nabatean. Dulu negeri syam ini merupakan negeri kaya yang dikuasai oleh Romawi. Banyak kota-kota penting di Syam yang menjadi pusat peradaban seperti Damaskus, Homs, Aleppo, Anthiokia, Yerussalem, dsb.
Setelah ekspedisi Mu'tah berhasil, Nabi SAW pun melanjutkan ekspansi dakwah islamnya ke wilayah Tabuk ( Rajab - 9 H). Di wilayah Tabuk inilah banyak sekutu sekutu Romawi yang dulunya berada di bawah naungan Romawi, kini berada di bawah naungan "Dar Al-Islam" , seperti penduduk Jarba dan Adzruh.
Sepeninggal Rasulullah SAW, ekspansi ke wilayah Syam terus dilakukan oleh Khalifah Abu Bakar r.a. Beliau meneruskan pengutusan Usamah bin Zaid yang sebelumnya sudah Nabi SAW utus untuk menaklukan wilayah Syam dan mengirim juga pasukan dibawah pimpinan Abu Ubaidah, Syurahbil bin Hassanah, Amr bin Ash, dan Yazid bin Abu Sufyan untuk menaklukan kota - kota penting di wilayah Syam.
Dalam ekspansi kali ini, terjadi peperangan yang sangat besar yaitu perang Yarmuk di tahun 13 H. Peperangan ini dipimpin oleh Khalid bin Walid dan Abu Ubaidah bin Jarrah radhiyallohu anhum dan diikuti oleh 40 ribu personil pasukan muslimin dan 240 ribu personil pasukan Romawi dan diantaranya ada 80 ribu pasukan Romawi yang diikat dengan rantai besi, 80.000 pasukan berkuda, serta 80.000 pasukan infantri. Melihat pasukan yang begitu besarnya, kaum muslimin sama sekali tidak gentar. Berbekal keimanan dan tekad yang kuat inilah kaum muslimin akhirnya dapat memenangi peperangan ini dan berhasil mengalahkan pasukan Romawi yang sangat banyak jumlahnya.
Sepeninggal khalifah Abu Bakar r.a dan setelah kemenangan di Yarmuk didapatkan, kepemimpinan beralih kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a. Dimasa Khalifah Umar inilah, ekspansi ke wilayah Syam sangat gencar dilakukan dan banyak kota - kota penting takluk dan tunduk dalam pemerintahan Islam seperti halnya kota Damaskus yang takluk di tangan Abu Ubaidah, disusul takluknya Homs, Aleppo, Yordania, Palestina, Iskandariyah, Mesir, dan wilayah - wilayah yang ada di sekitarnya. Setelah takluknya Syam ditangan kaum muslimin, Heraklius pun pergi meninggalkan Syam untuk selama - lamanya menuju Konstantinopel, ibu kota Byzantium.
Di masa Khalifah Utsman bin Affan r.a, ekspansi terus dilakukan ke wilayah - wilayah yang dikuasai oleh Romawi. Penaklukan ini diantaranya yaitu penaklukan Pulau Ciprus pada tahun 28 H dibawah pimpinan Mu'awiyah bin Abu Sufyan dan pulau ini pun berhasil takluk dan bersedia untuk tunduk dan menyerahkan jizyah. Kemudian ekspansi terus dilakukan ke wilayah Romawi sampai sampai wilayah Romawi pun menjadi kecil dan hanya tersisa satu kota yang menjadi pusat pemerintahannya dan menjadi kota yang sangat terlindungi pada zamannya yaitu Konstantinopel.
Referensi :
- Ibnu Katsir, Kitab Bidayah Wan Nihayah (Khulafaur Rasyidin)
- Ibnu Hisyam, Sirah Nabawiyah
- https://umma.id/article/share/id/1002/283550
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Syam
Komentar
Posting Komentar