Road to "The City With Perfect Defense" #5
" pasti akan ditaklukkan Konstantinopel dan sebaik - baiknya pemimpin adalah pemimpinya dan sebaik - baik pasukan adalah pasukan yang menaklukannya." (HR. Ahmad)
Hadist tersebut mempunyai arti yang mendalam bagi kaum muslimin. Hadist tersebut merupakan bisyarah, sebuah janji Allah serta rasul-Nya bahwasannya Konstantinopel pasti akan takluk di tangan kaum muslimin. Hadist tersebut dapat menjadi sebuah energi yang tak terbatas, yang dapat mengatasi segala rintangan dan memungkinkan segala kemustahilan untuk menaklukan Konstantinopel.
Bagi kaum muslimin, nama Konstantinopel berarti kemuliaan yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ramai dari kaum muslimin menyiapkan jiwa dan harta mereka untuk menjadi Ahli Bisyarah.
Pasca kejatuhan Bumi Syam dan wilayah di sekitarnya ke tangan kaum Muslimin di masa Khulafaur Rasyidin, wilayah kekuasaan Romawi mulai mengurucut dan hanya tinggal Konstantinopel dan sedikit wilayah atasnya saja, kota yang selama ini menjadi fokus utama penaklukan.
Seiring berjalannya waktu, proses penaklukan Konstantinopel terus dilakukan. Pada tahun 669, Mu'awiyah bin Abu Sufyan, khalifah pertama Bani Umayyah -- memanfaatkan kekacauan di Konstantinopel pasca terbunuhnya Konstantin II untuk melabuhkan 400 kapalnya di Cyzicus dan menjadikannya pangkalan laut untuk mengepung Konstantinopel. Pada 670, pasukan muslim mengepung kota terbesar di dunia itu melalui dua jalur darat dan laut. Dari darat dengan menyeberangi selat Dardanela dan dari laut, melalui Cyzicus, pulau Rhodes dan Kreta dan ada keterangan lain yang menyebutkan bahwa armada laut pergi ke Hellespont menuju Laut Marmara sampai ke selat Bosphorus. Pengepungan ini dilakukan secara periodik dan keseluruhan pasukan di pimpin oleh Yazid bin Muawiyah. Pengepungan ini berakhir pada 678, ketika pasukan laut muslimin kalah telak oleh pasukan laut Byzantium yang dilengkapi dengan Greek Fire. Muawiyah terpaksa harus menerima kekalahan dan mengakhiri pengepungan yang sudah berjalan kurang lebih selama 7 tahun. Dengan adanya kekalahan ini juga Muawiyah terpaksa menandatangani pernyataan gencatan senjata dengan Romawi selama 30 tahun. Pada pengepungan ini jugalah, Sahabat Nabi SAW yang rumahnya pernah ditinggali Nabi SAW ketika baru saja tiba di Madinah yaitu Abu Ayyub Al-Anshari. Beliau wafat ketika pengepungan dan di makamkan di dekat tembok Konstantinopel di wilayah Golden Horn.
Pada 717-718, Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik mengutus saudaranya, Maslamah bin Abdul Malik untuk melakukan pengepungan kembali terhadap Konstantinopel beserta 20 ribu tentara dan seratus kapal laut. Pengepungan ini berlangsung selama berbulan - bulan dengan pasukan yang dalam kondisi kritis karena salju terus turun dan menipisnya pasukan makanan setelah dikhianati oleh Kaisar Leo III. Pasukan yang nyaris sekarat ini akhirnya ditarik mundur oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang menggantikan Sulaiman bin Abdul Malik yang wafat saat pasukan masih melakukan pengepungan.
Setelah dinasti Umayyah runtuh, Dinasti Abbasiyah hadir memegang tampuk kekuasaan. Usaha untuk menaklukan Konstantinopel pun terus dilakukan. 810 M, serangan pasukan Harun Al-Rasyid sempat membuat Byzantium bergolak. 1071 M/ 465 H, pasukan muslimin di bawah pimpinan Sultan Alp Arslan dari Kesultanan Saljuk, berhasil memporak porandakan pasukan Byzantium di Manzikert dan berhasil merebut wilayah Anatolia dari genggaman Byzantium. Pertempuran di Manzikert ini diikuti oleh 15 ribu tentara Islam dan 200 ribu tentara Romawi Byzantium dan dari pertempuran ini, Kaisar Romanus berhasil ditawan namun setelahnya dilepaskan kembali oleh Sultan Alp Arslan.
Peristiwa demi peristiwa yang terjadi ini merupakan tangga menuju penaklukan yang "sebenarnya". Penaklukan yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki tekad yang kuat dan kerinduan selama 825 tahun terhadap bisyarah tersebut. Di usianya yang ke 23 tahun, ia dapat menjadi sesuatu yang semua orang mendambakannya. Penaklukan inilah yang akan menghantarkannya menjadi sosok panglima terbaik yang sempat diisyaratkan oleh Nabi Muhammad SAW 825 tahun sebelumnya. Siapakah dia?
He is Muhammad bin Murad II atau biasa dikenal Muhammad Al-Fatih. Ditangannyalah Konstantinopel "The City With Perfect Defense" akan takluk. Benteng - benteng yang selama 1.123 tahun tidak dapat ditembus, akhirnya runtuh berkeping - keping. Penaklukan ini merupakan penaklukan besar - besaran yang akan mengubah wajah dunia setelahnya.
Referensi :
- El-Shirazy, Habiburrahman (2014). Api Tauhid. Jakarta : Republika
- Siauw, Felix (2013). Muhammad Al- Fatih 1453. Jakarta : Alfatihpress
Komentar
Posting Komentar